Kamis, 02 Juni 2011

APOLOGETIK IMAN KATOLIK


Kenaikan Yesus Kristus
Oleh: Kristina Galuh Sista Saraswati

Kelihatannya, kisah kenaikan Yesus Kristus tidak dilihat begitu penting sebagaimana kisah kematian dan kebangkitanNya. Hal itu bisa dilihat dari sikap umat untuk menyikapinya. Kelihatannya, sepi saja. Syukur di berbagai negara, seperti Indonesia hal itu masih diperingati dan dijadikan hari libur nasional. Lain halnya di Singapura. Hari kenaikan tersebut bukan hari libur. Itulah sebabnya, kantor-kantor dibuka seperti biasanya. 


Sebagian theolog memang melihat hari kenaikan tersebut tidak begitu penting. Bahkan ada yang meragukan dan menolak peristiwa tsb dan menganggapnya hanya sebagai karangan dan dongeng dari Gereja mula-mula. Apa alasan mereka? Tentu ada, dan mungkin banyak; antara lain, mereka mengatakan bahwa hal itu tidak ditemukan secara jelas tertulis dalam keempat Injil.
Lalu apa dasarnya menerima dan mempercayai hari kenaikan tersebut? Sebenarnya, jika mau mempercayainya, ada satu bagian Alkitab yang sangat jelas menuliskan kisah tersebut. Dokter Lukas dengan sangat jelas dan cukup detail menuliskan kisah tersebut pada volume kedua dari tulisannya, yaitu pada Kisah Para Rasul 1:6-11.
Berdasarkan kisah tersebut di atas, kita dapat belajar beberapa hal penting.

Pertama, kenaikan Yesus tersebut menegaskan akan fakta kebangkitanNya.
Dengan sangat jelas dokter Lukas menuliskan bahwa kenaikan Tuhan Yesus tersebut merupakan satu kesatuan dengan kematian dan kebangkitanNya. 

Kedua, kisah kenaikan tersebut menunjukkan betapa pentingnya tugas memberitakan Injil.
Sebenarnya, saya sependapat bahwa tidak salah mengagumi dan merindukan kebersamaan dengan Yesus. Saya justru melihat bahwa hal itu harus kita lakukan dan kita tumbuh kembangkan. Kita jangan menjadi orang yang cuek dan tidak perduli kepada Yesus yang telah sedemikian baik dan berbuat segalanya bagi kita. Jangan juga kita biarkan hati kita dingin dan membeku sehingga tidak bergairah dan tidak merindukan Yesus. Saya melihat bahwa yang menjadi masalah adalah ketika mereka terus menerus mengagumi dan merindukan Yesus dengan “menatap ke langit”, sedemikian rupa, sehingga mereka melupakan tugas yang telah diberikan kepada mereka, yaitu untuk pergi segera. Pergi bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk bersaksi bagi Dia. Bersaksi untuk memberitakan KERAJAAN ALLAH di Yerusalem, seluruh Judea dan Samaria, sampai ke ujung bumi.


Jadi, ada dua hal yang harus kita waspadai. Pertama, agar kita jangan hidup ‘terlalu’ duniawi, sehingga kita hanya memikirkan kerajaan duniawi, yaitu pemulihan ‘kerajaan-kerajaan’ kita. Terus berpikir dan bertanya tentang pekerjaan kita, business kita, sehingga kita lupa akan Kerajaan Allah. Kedua, agar kita jangan hidup ‘terlalu’ rohani, dengan terus menerus memandang ke langit. Terus menerus beribadah, dari satu tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain; sedemikian rupa, sehingga kita melupakan tugas kita untuk bersaksi bagi dunia, untuk terlibat di dalam dunia, melakukan segala sesuatu secara kongkrit, demi pemulihan dunia ini.-

Selamat memperingati dan merayakan hari kenaikan Kristus!

BERKAH DALEM ! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar