Rabu, 18 Mei 2011

BERITA UTAMA


TAJUK RENCANA SM 18 Mei 2011

Membaiknya Tingkat Kelulusan

Ada kabar baik dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat tahun ini. Hampir mendekati 100 persen, dan tahun lalu hanya sekitar 98 persen. Kabar baik ini tentu sangat menggembirakan para peserta didik, orang tua, guru dan sekolah, dan tentu saja pemerintah. Semua lega, dan wajar manakala ekspresi mereka yang dinyatakan lulus berada dalam kegembiraan yang panjang. Kini, sebentar lagi mereka menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

Tanpa mengurangi perasaan lega hati tingginya angka kelulusan itu, ada beberapa pertanyaan yang cukup menganggu. Kenapa angka kelulusan begitu tinggi? Apakah akibat dari persiapan para peserta yang semakin baik. Artinya, mereka belajar lebih tekun dibandingkan para seniornya dulu. Dengan belajar baik, dan melakukan aneka percobaan soal-soal ujian nasional, mereka tentu lebih siap baik secara pemahaman teori maupun mental menghadapi tantangan.

Mungkin juga sekolah mempersiapkan peserta didik dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sekolah yang tahun lalu nilainya rendah, tentu mereka lebih serius mempersiapkan diri. Biasanya, jam pelajaran ditambah, dan para guru bersedia lebih sabar dan lebih panjang waktu membimbingnya. Dengan model latihan ujian sampai 2-3 kali menjelang UN tentu membiasakan siswa menghadapi ujian dengan mental ketenangan dan penguasaan yang baik.
Kesadaran pihak guru dan sekolah itu bukan semata-mata demi mengejar kelulusan, tetapi juga meningkatkan citra. Sekolah yang tingkat kelulusan UN rendah tentu citra juga melorot. Sebaliknya, yang meluluskan dengan persentase tinggi tentu meningkat pamornya. Tingkat kelulusan ini akan membawa dampak tingkat penerimaan siswa di setiap tahun ajaran baru. Nah, dengan demikian, tiap sekolah akan selalu meningkatkan kualitasnya.

Para orang tua yang biasanya ikut stres menjelang ujian nasional juga bersiap lebih baik. Semakin hari, semakin membaik kesadaran para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam belajar. Bukan hanya sekadar mengawasi, tetapi juga memberikan solusi berupa tambahan pelajaran di luar jam sekolah dengan belajar di pusat-pusat bimbingan belajar (Bimbel). Di sini anak-anak dari berbagai sekolah bisa bercampur sehingga memungkinkan saling berbagi.

Tetapi juga muncul pertanyaan, apakah membaiknya tingkat kelulusan itu karena soal-soal UN tahun ini lebih mudah ? Tanpa bermaksud berprasangka, mungkin derajat kesulitan diturunkan agar kecaman terhadap ujian nasional yang bergulir dalam beberapa tahun ini mereda. Tetapi, lebih aman berprasangka baik saja, yakni para peserta didik di tahun ini lebih siap menghadapi aneka soal yang memang tetap saja sulit. Semoga, prestasi tahun ini bisa terus dipacu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar