Kamis, 07 Juli 2011

MENATA HATI KUATKAN IMAN

Tadabbur alam
sebagai sarana meningkatkan syukur

Oleh : Maftuhatun Nikmah


Tadabbur alam...
Mungkin istilah ini asing di sebagian telinga kita, namun isitilah tersebut merupakan suatu isitilah yang diambil oleh Rohis SMAN 5 Semarang sebagai salah satu kegiatan mengamati alam sekaligus kegiatan wisata rohani di akhir tahun ajaran ini.
Perjalanan kali ini mengunjungi sebuah objek wisata sumber air tiga rasa di kawasan gunung muria dan pulau panjang Jepara. Jika dilihat dari sisi geografis, letak sumber air tiga rasa berada di tempat yang jauh dari pemukiman, mereka (anak-anak Rohis) harus berjalan jauh dengan melewati jalan setapak yang sangat terjal. Tetapi dengan ghirah yang tinggi mereka menikmati keindahan alam kanan kiri jalan tersebut seraya berdzikir dan berfikir betapa besar kuasa Allah menciptakannya sehingga sampai pada tujuan dan Subhanallah ... di atas sana terdapat tiga sumber air yang mempunyai cita rasa yang berbeda. Air tersebut tidak habis diambil oleh para peziarah untuk sekedar kenangan atau obat bagi yang meyakininya.
Setelah selesai perjalanan pertama kami melanjutkan perjalanan kedua menuju pulau panjang Jepara, sebuah kawasan kecil yang tidak dihuni manusia sebagai pemukiman ini letaknya terpisah oleh laut kawasan Bandengan Jepara. Akan tetapi aktivitas manusia nampak mulai pagi hingga petang hari. Kami menyeberangi laut dengan perahu motor. Setelah sampai di pulau panjang akhirnya anak-anak  juga ingin menikmati keindahan alam disana, akhirnya mereka sebagian  berenang ditengah hembusan ombak dan sebagian yang lain menyisir pantai yang dihiasi dengan pasir putih.
Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal ke Maha  Besaran Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Adalah  menjadi hal yang semestinya jika kita mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Dengan seperti itu maka terbentuklah sebuah 'character building' yang setidaknya menambah keimanan dan ketakwaan kita.

 Marilah kita simak firman Allah dalam surat Al-Ghasiyah:  
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? dan langit, bagaimana ia ditinggikan? dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

Di banyak ayat Al Qur’an, Allah menyeru kaum Muslimin untuk meneliti langit, bumi, makhluk hidup atau keberadaan diri mereka sendiri, dan memikirkannya. Ketika mengkaji ayat-ayat tersebut, akan kita temukan petunjuk tentang seluruh cabang utama ilmu pengetahuan dalam Al Qur’an. Inilah tugas manusia sebagai khalifatullah fil Ardhi.

Wallahu A’lam bis Shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar