Sabtu, 03 September 2011

MENATA HATI KUATKAN IMAN

Cerita Seorang Pengamen

 
Analogi kisah ini aku ambil dari catatan Muhammad Assad di blognya ~Notes from Qatar. Kisah yang menjawab mengapa sering doa-doa kita belum dikabulkan oleh Allah?

Rasulullah saw bersabda: “Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani).

Dari hadits di atas, jelas sekali bahwa Allah Swt akan selalu mengabulkan setiap doa. Cuma, dalam bentuk seperti apa yang kita ga tau. Jadi kesimpulannya adalah, Allah Swt akan selalu menjawab doa para hamba-Nya dengan 3 cara, yaitu yesnot now and there is a better option. Berarti, tidak ada jawaban no.

Ketika suatu doa belum terkabul, maka seharusnya seseorang harus tetap berbaik sangka kepada Allah Swt dan terus berdoa, dan bukan malah meninggalkan doa tersebut dan tidak meminta lagi kepada Allah Swt. Sebab mungkin bisa saja, Allah Swt menyimpan doa-doa kita dan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat di hari akhir nanti.Istilahnya, untuk deposito akhirat dalam bentuk pahala.

Kita harus terus berprasangka baik kepada Allah Swt. Saat belum dikabulkan, mungkin saja itu karena Allah Swt menyukai doa dan pengharapan kita, sehingga Dia tidak ingin cepat-cepat mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut.
Analogi mudahnya seperti ini deh, temen-temen pernah didatengin pengamen ga? Misalkan lagi nongkrong warung pinggir jalan atau pas naik angkot, pastinya pernah kan? Nah, coba bayangkan kalo yang dateng itu pengamen itu perawakannya tinggi besar, rambut gondrong, muka serem, dan ada tato naga di lehernya. Selain itu, suara dari pengamen ini serak-serak banjir dan membuat telinga ampir mau pecah.

Kira-kira apa yang akan kita lakukan terhadap pengamen ini? Tentunya kita akan segera memberi uang kepada pengamen tersebut agar cepat pergi dan selesai bernyanyi. Oke sekarang kasus kedua. Bagaimana kalo sekarang ada seorang pengamen yang datang, tampangnya mirip perpaduan antara Jennifer Lopez dan Angelina Jolie, kemudian suaranya sangat merdu mendayu dayu, dan mukanya sangat manis. Bagaimanakah reaksi kita?
Pastinya kita akan menikmati nyanyian dari pengamen tersebut dan tidak akan terburu-buru meminta dia untuk pergi. Bahkan mungkin kita akan terus meminta pengamen tersebut untuk nyanyi, dan nanti di akhir baru kita kasih uangnya, dan bisa jadi dalam jumlah yang besar. Nah, kalau begitu bisa saja mungkin Allah Swt bersikap begitu kepada hamba-hamba-Nya. Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan berdoanya dengan cara yang tidak baik, mungkin Allah Swt akan berfirman kepada malaikat untuk segera mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut.

Tapi mungkin bila yang menengadahkan tangan adalah hamba-Nya yang rajin beribadah, shalat, sedekah, dll, mungkin saja Allah Swt akan berfirman kepada malaikat, “Tunggu wahai malaikat. Jangan dulu dikabulkan apa yang dia minta. Aku suka dengan tangisannya dalam memujiKu dan memohon kepadaKu. Aku ingin mendengar tangisan dan permohonannya lebih lama lagi karena Aku mencintainya. Jika waktunya tiba, Aku akan mengabulkan semua permohonannya, bahkan akan Kulebihkan dari yang dia minta.”

Teman, semoga dengan analogi ini kita akan selalu berbaik sangka kepada Allah, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk umatNya. 

Salam,
Siska Suryaning 
pada 03 September 2011 jam 20:40

http://muhammadassad.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar